Nyeri Punggung Bawah (Pinggang) pada Kehamilan

Posted on

Oleh: Gita Kostania

Nyeri punggung bawah merupakan nyeri pinggang pada daerah lumbosacral. Intensitas nyeri biasanya bertambah seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, karena hasil dari perubahan pusat gravitasi dari perubahan postur tubuhnya (hiperlordosis), yaitu akibat dari penambahan barat dari pembesaran uterus. Jika ibu hamil berusaha untuk memperbaiki posturnya, dia akan berjalan condong ke arah belakang dari peningkatan lordosis. Lengkungan ini mengakibatkan ketegangan pada otot belakang dan menyebabkan nyeri yang sangat.

sakit pinggang

Gambar 1. Gambaran terjadinya Nyeri Pinggang, pada daerah Lumbosacral (Lumbar dan Pelvic)

Ketidaknyamanan ini dapat meningkat apabila otot abdominal ibu hamil lemah, otot-otot ini gagal dalam menyokong pembesaran uterus. Kelemahan otot abdominal ini, umum dijumpai pada grande multipara dimana otot-otot abdomennya tidak kembali seperti semula setelah beberapa kali melahirkan. Pada primigravida biasanya otot abdomennya lebih elastis karena otot-ototnya belum pernah teregang sebelumnya. Nyeri otot balakang (pinggang) dengan demikian akan meningkat seiring dengan jumlahnya paritas.

Nyeri pinggang juga merupakan akibat dari posisi menekuk/membungkuk yang berlebihan, berjalan tanpa periode istirahat, mengangkat benda berat khususnya apabila dikerjakan saat ibu lelah. Kondisi-kondisi tersebut menyebabkan ketegangan pada otot-otot pinggang. Prinsip body mekanik dapat dilakukan untuk menghindari ketegangan otot ini. Terdapat dua prinsip untuk dilakukan, yaitu: a) menekukkan kaki daripada membungkuk saat mengangkat/mengambil benda yang berat, sehingga kaki (paha) yang lebih menahan beban dan lebih meregang daripada otot pinggang; b) letakkan salah satu kaki / tempatkan salah satu kaki dengan lebih rendah / di depan kaki yang satunya ketika akan membungkuk (mengambil benda yang berada di bawah/lantai), sehingga memperlus tumpuan untuk keseimbangan ketika akan bangkit/berdiri dari posisi sebelumnya.

Tindakan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketidaknyamanan ini adalah: a) biasakan postur tubuh yang baik; b) lakukan prinsip body mekanik saat akan mengangkat beban; c) hindari membungkuk yang berlebihan, mengangkat beban terlalu berat atau berjalan kaki tanpa periode istirahat; d) menggoyang daerah pelvis; e) gunakan sepatu berhak rendah, hak sepatu yang tinggi menyebabkan ketidakstabilan pusat grafitasi dan menyebabkan terjadinya hiperlordosis; f) apabila nyeri bertambah, maka penggunaan korset penopang sangat dianjurkan; g) enghangatkan pinggang, seperti: mandi air hangat, menggunakan alat pemanas (kompres hangat di daerah pinggang), atau duduk pada shower yang hangat; h) menggosok/memijat pinggang; i) saat istirahat/tidur: gunakan kasur yang tidak terlalu empuk (keras dianjurkan), saat berbaring posisikan pinggang dengan diganjal bantal untuk meluruskan pinggang dan meringankan tarikan/ketegangan pada otot-otot belakang.

Referensi:

  1. Bobak, Lowdermilk, Jensen (Alih bahasa: Wijayarini, Anugerah). 2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas, edisi 4. EGC, Jakarta.
  2. Fraser, Cooper (Alih bahasa: Rahayu, et.al.). 2009. Myles, Buku Ajar Bidan, edisi 14. EGC, Jakarta.
  3. Varney. 1997. Varney’s Midwifery, 3rd Edition. Jones and Bartlett Publishers, London UK.
  4. Varney, Kriebs, Gegor. 2002. Buku Ajar Asuhan Kebidanan, Edisi 4, Volume 1. EGC, Jakarta.

Bagian dari postingan sebelumnya …

One thought on “Nyeri Punggung Bawah (Pinggang) pada Kehamilan

    […] Nyeri Punggung Bawah (Pinggang) […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s