Bulan: Mei 2014

PRABOWO: KAMBING HITAM 1998

Posted on Updated on

Tanggapan pak PS tentang anggapan masyarakat bahwa pak PS adalah dalang utama peristiwa penculikan (pelanggaran HAM pada Mei 1998): “Saya seorang yang beragama, Tuhan maha tahu, Saya cinta negeri ini, Saya orang yang menghargai kemanusiaan, Demi Allah, Saya tidak serendah itu”.
=> Masalah perpolitikan negeri ini memang penuh dengan intrik, selalu saja ada dalang dan aktor di balik setiap peristiwa, dan selalu saja ada ‘tumbal’ yang dikorbankan.
=> Yang terlihat baik dari luar belum tentu baik di dalam, begitu juga sebaliknya. Menilai secara objektif dan proporsional adalah pilihan bijak sebelum menentukan pilihan.
=> Urusan di dunia ini hanya ada dua hal: kebaikan V.S. kejahatan.
=> Pasti ada yang terbaik di antara yang baik. Semoga negeri ini menjadi semakin baik dan sejahtera dengan pemimpin baru nanti yang jujur dan amanah, yang mampu menjadikan bangsa ini disegani olah bangsa lain dan menjadi negara no.1 di dunia, aamiin yaa Allah.

Soedoet Pandang

Prabowo 14
Oleh Jose Manuel Tesoro
Majalah Asiaweek

====================

Catatan Redaksi: Artikel ini diterjemahkan dari laporan investigasi yang ditulis Majalah Asiaweek Vo. 26/No. 8, 3 Maret 2000. Membaca artikel ini kita akan diantarkan oleh Tesoro kepada konstruksi fakta-fakta yang berbeda dengan stigma yang melekat pada berbagai peristiwa pada 1998.

====================

Satu pertanyaan yang akan selalu terlontar ketika membahas tragedi 1998 di Indonesia adalah: benarkah Prabowo adalah dalang yang sebenarnya?

Pada malam hari tanggal 21 Mei 1998, kisah itu dimulai. Lusinan tentara bersiap siaga di sekitar Istana Merdeka Jakarta dan kediaman B.J. Habibie di pinggir kota. Habibie, kurang dari 24 jam sebelumnya telah menjadi presiden Indonesia ketiga. Komandan dari pasukan ini adalah Letnan Jenderal Prabowo Subianto yang dikenal brutal. Seminggu sebelunmya, dia telah menyusun kekuatan terselubung pada pertemuan yang diselenggarakannya diam-diam—operasi-operasi pasukan khusus, preman jalanan, dan kekuatan muslim radikal—yang bertugas membunuh, membakar, memerkosa, merampok dan menyebarkan kebencian antar-ras di jantung kota Jakarta. Tujuannya:…

Lihat pos aslinya 7.081 kata lagi

Iklan

Azalia – Nasheed by Ali Sastra

Video Posted on Updated on

Pertama mendengar lagu ini…. hmhmhm….. syahdunya…… dan saat melihat MV-nya….. yep, aku pernah ke danau itu….@_@… Ini lagunya indah sekali, gak bosen2… huum….. Lagu ini mengisahkan tentang keindahan bunga Azalia…. tapi, aku rasa multi interpretasi. Selamat melihat MV-nya, dan jangan lupa berkunjung ke danau SituPatenggang kalo ke Bandung, adem&sejuuukkkkk sekali….. bawa jaket ya kalo kesana……  ^_^

Lirik lagu:

Ku lihat bintang-bintang
tersenyum saksikan kau merekah
sang kumbang datang hap.. hap.. hinggap perlahan
bunganya merekah, berkembang-kembang

Warnamu merah, merah
semerah danau di Katumiri
aku melangkah tu, wa, ga, mendekati
betapa indahnya, ku suka..

Detik-detik waktuku kian berlalu
tak jemu aku memandangnya
detak-detak jantungku, berdenyut s’lalu
ku jatuh hati memetiknya

Azalia kau bunga yang ku cinta..

Azaliaku.. Azaliaku..
Azalia kau bunga.. yang ku cinta..

Courtesy: http://www.youtube.com/watch?v=h7pHtn5KpWc

Are You ‘KEPO’ Enough ?!

Posted on Updated on

Pasti teman-teman sering dengar kata ‘KEPO’ kan ? Tapi sudah tahu belum apa itu ‘KEPO’ ? Nah, kalau belum tahu, biar saya beri tahu… ‘KEPO’ itu singkatan berbahasa Inggris : Knowing Every Particular Object, atau kalo arti bahasa hokiannya (bahasa gaul gitu….): orang yang selalu ingin tahu setiap urusan khusus orang lain. Menurut saya arti ‘KEPO’ dari asal muasalnya (bahasa hokian) lebih berkonotasi negatif. Misal: seorang pasangan yang selalu curiga dengan pasangannya, kemana-mana selalu ditanya/diinterogasi, pasti dibilang: “ah, KEPO baget si lu?”. Bisa juga seorang teman yang selalu ingin tahu urusan temannya, katakanlah si A, tanya si B tentang urusan si C, mengenai bagaimana hubungan si C dengan si Z, juga dijuluki “si KEPO”. Bisa juga orang yang sukanya stalking sos-med nya orang lain yang masuk dalam daftar targetnya…. Heheeee……. Siapa hayo ?! itu juga disebut KEPO, dan masih banyak lagi. Intinya istilah ‘KEPO’ berkonotasi negatif.

Pertanyaannya, boleh tidak sih kita memiliki sifat ‘KEPO’ ?

Kepo1

Menurut pandangan saya, ‘KEPO’ itu tidak selalu berkonotasi negatif, bisa juga berkonotasi positif, misal kita ‘KEPO’ tentang sesuatu yang bersifat ilmiah atau mengandung unsur pengetahuan? Nah, seperti Thomas Alfa Edison yang menemukan bola lampu dan penemuan-penemuan lain yang sangat berguna? Bukannya beliau itu ‘KEPO’ banget ya? Ribuan kali melakukan percobaan, tidak pantang menyerah, sampai menemukan penemuan luar biasa, kalau tidak ‘KEPO’ mana mungkin ? Ada juga yang sangat terkenal Albert Einstein, dengan teori relativitasnya. Ke-‘KEPO’-annya terhadap model dan alat mekanik membuat beliau menjadi salah satu ilmuwan yang paling berpengaruh terhadap bidang science abad ini, bahkan majalah Time menganugerahkan beliau sebagai “tokoh abad ini” pada tahun 1999. Walaupun sempat dianggap sebagai pelajar yang lambat (dikisahkan bahwa beliau menderita dyslexia/kesulitan membedakan huruf), namun keseriusannya terhadap hobinya tersebut membuahkan hasil. Dua kisah tersebut, merupakan penemuan yang saya rasa semua orang tahu, dan dapat menjadi contoh bahwa sesuatu yang luar biasa bermula dari rasa keingintahuan (KEPO).

Pada bidang saya (kebidanan) juga banyak ditemukan “penemuan-penemuan” ilmiah yang sangat membantu dalam pelaksanaan pelayanan kebidanan. Salah satu yang ingin saya share, adalah penemuan dari bidan yang luar biasa, bunda Mugi Rahayu, seorang bidan yang menjalankan praktek mandiri di Jogjakarta. Ke-‘KEPO’-annya akan metode persalinan yang islami dan ayat-ayat dalam QS. Maryam, menghantarkan beliau untuk mengembangkan “Persalinan Maryam “. Konsep persalinan ini merupakan konsep persalinan yang baru, dan hal ini dapat disebut sebagai suatu ‘invention’. Saya pribadi memberikan apresiasi yang luar biasa kepada beliau.

Poin/pelajaran yang ingin saya share dari apa yang saya tulis adalah tentang ‘keingintahuan’ dan ‘ketertarikan’. Bahwa setiap keberhasilan dimulai dari dua hal ini, juga didukung oleh niat atau kemauan. Niat Anda berapa karat ? 24 karat, 20 karat, 16 karat, atau tidak berkarat sama sekali…. Heheeeee….. Poin selanjutnya adalah: ambillah sisi positif dari setiap hal yang terjadi yang nampak sebagai sesuatu hal yang negatif. Dan poin terakhir adalah bahwa setiap orang dilahirkan ‘dengan sebab’, yang maksudnya adalah tidak ada seorangpun yang dilahirkan dengan sia-sia. Tugas manusia adalah menjadi khalifah di muka bumi, yang mempunyai kontribusi positif bagi agama, bangsa dan negaranya. Jadi, pada setiap kekurangan atau kelemahan pasti ada kelebihan yang luar biasa. Positif thinking, maju terus, tetap berusaha.

Keberhasilan merupakan hasil dari proses panjang, katakanlah secara kuantitatif ada pada angka 1000. Bilangan 1-999 adalah langkah panjang yang harus dilalui untuk mencapai angka tersebut. Jadi, jangan pernah menyerah apapun kondisi yang harus dilalui. Ingat filosofi batu yang bisa berlubang hanya karena ditetesi air ? Siapapun kita, apapun latar belakang keluarga dan pendidikan kita, asal punya minat dan niat yang “full’, inshaaAllah cita-cita atau mimpi kita akan terwujud dan barokah, aamiin. So, stay positive, be confident, and get success.

Now, are you ‘KEPO’ enough for something that whispering your soul ?

(By. Oshigita Sweet ^_^)

 

# Kata-kata bijak dari Thomas Alfa Edison:
1. Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.
2. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.
3. Saya tidak patah semangat, karena setiap usaha yang salah adalah satu langkah maju.

Wanita Penghuni Surga

Posted on

Copas dari laman: http://m.hijabers.abatasa.co.id/hijabers/detail/nasihat/224/wanita-penghuni-surga-dan-ciri-cirinya.html
Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.

Dalam Al Quran banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Taala berfirman :

“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)

“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)

Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Taala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Quran yang mulia, di antaranya :

“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)

“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)

“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :

” … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu anhu)

Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :
Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami nomor 1557)

Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga ?

Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?
Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.
Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :

  1. Bertakwa.
  2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
  3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
  4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
  5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
  6. Gemar membaca Al Quran dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
  7. Menghidupkan amar maruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
  8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
  9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
  10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
  11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
  12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
  13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
  14. Berbakti kepada kedua orang tua.
  15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.

Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Taala berfirman :
” … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa : 13)
Wallahu Alam Bis Shawab.

Imunisasi, Perlukah ?

Posted on

“Ini pendapat saya mengenai ‘imunisasi’ atas diskusi kemarin sore dengan seorang sahabat, ibu muda P2. Antara pro dan kontra, saya berada di tengah-tengah”.

 bahaya-imunisasi-dan-vaksin

Imunisasi merupakan suatu pemberian/pemindahan/transfer antibodi yaitu daya tahan tubuh dari komponen plasma donor yang sudah sembuh dari penyakit tertentu untuk menimbulkan kekebalan pasif yaitu memberikan perlindungan sementara dari penyakit. Pemberian kekebalan pasif ini, umumnya dilakukan dengan memberikan vaksin. Sehingga imunisasi dapat juga disebut vaksinasi, meskipun keduanya berbeda. Vaksinasi adalah pemberian vaksin (antigen dari virus/bakteri) yang dapat merangsang imunitas (antibodi) dari sistem imun di dalam tubuh. Semacam memberi “infeksi ringan”. Kekebalan tubuh juga dapat diperoleh secara aktif. Kekebalan aktif atau imunitas aktif adalah perlindungan dari penyakit sebagai akibat dari paparan sebelumnya dengan agen penyebab penyakit menular atau bagian dari agen infeksi (antigen). Perlindungan ini dapat dihasilkan setelah mendapatkan penyakit atau setelah menerima vaksin yang mencegah penyakit tersebut.

Terdapat pro dan kontra tentang pemberian imunisasi ini baik pada bayi-balita maupun dewasa. Dari testimony yang penulis dapatkan via googling, semuanya berimbang. Ada juga testimony dari pengalaman nyata yang didapatkan dari keluarga/teman/tetangga/pasien dari penulis tentang pendapatnya mengenai imunisasi. Ibu yang pro imunisasi memang umumnya anaknya terbukti baik/sehat tidak tertular penyakit infeksi berbahaya (mis: campak, rubella, dll), walaupun ada beberapa yang tetap terkena penyakit ifeksi, namun biasanya karena disertai dengan masalah gizi buruk dan atau karena faktor lain yang tidak diketahui. Beberapa yang kontra (tidak memberikan imunisasi) mengatakan bahwa anaknya sehat-sehat saja, tidak tertular penyakit infeksi berbahaya, bahkan ada juga yang jauh lebih sehat dari anak yang diberi imunisasi. Namun ada juga yang terkena penyakit infeksi berbahaya (campak) sebelum usianya genap satu tahun. Analisis yang penulis simpulkan, hal ini karena anak tersebut tidak diberikan ASI secara eksklusif (termasuk memberikan colostrum pada awal kelahiran bayi). ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan apapun (susu formula, madu, bubur, dll) selama 6 bulan.

Note: Perlu diketahui bahwa, meskipun bayi tidak didiagnosis mengalami penyakit infeksi berat, namun bayi rentan mengalami demam (panas tinggi). Sebenarnya hal ini merupakan reaksi yang wajar pada sistem metabolisme bayi. Paling tidak bayi akan mengalami 12 kali demam dalam satu tahun (baik yang imunisasi atau tidak).

Semua literature menyatakan bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bayi dengan kandungan gizi lengkap dan mengandung kekebalan yang dibutuhkan anak. Perintah menyusui juga terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an:

1. QS. Luqman 14 : “…dan menyapihnya dalam dua tahun…”
2. QS Al-Baqarah 233: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan”.

Menyusui (menurut Al-Qur’an) dapat disebut sebagai “imunisasi nabawi”. Jadi, disimpulkan bahwa kekebalan alamiah (tanpa tambahan zat ‘berbahaya’) akan didapat hanya dengan menyusui bayi dengan tepat seperti imunisasi menggunakan vaksin.

Kembali lagi pada persoalan awal tentang perlu tidaknya imunisasi, penulis simpulkan bahwa apabila kehidupan kita dikembalikan pada tuntutan agama, inshaaAllah semua akan tertata dengan baik. Imunisasi merupakan suatu program dari WHO (World Health Organization), yang jika penulis simpulkan dari beberapa sumber yang didapat, hal ini dapat dikaitkan dengan upaya konspirasi suatu bangsa yang ingin menguasai dunia. Ya, kelihatannya ‘lebay’, namun apabila ditelaah ulang mungkin Anda juga akan memahaminya.

Sebagai seorang tenaga kesehatan dan seorang perempuan, penulis menyatakan bahwa antara pro dan kontra, penulis berada di tengah-tengahnya. Melalui blog ini, penulis berusaha menyampaikan alasan-alasan tentang perlu tidaknya pemberian imunisasi secara berimbang.

Pendapat yang Pro (Perlu Imunisasi)

  1. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena telah banyak kasus ibu hamil membawa virus Toksoplasma, Rubella, Hepatitis B yang membahayakan ibu dan janin. Bahkan bisa menyebabkan bayi baru lahir langsung meninggal.
  2. Vaksinasi penting dilakukan untuk mencegah penyakit infeksi berkembang menjadi wabah seperti kolera, difteri, dan polio.
  3. Walaupun kekebalan tubuh sudah ada, akan tetapi kita hidup di negara berkembang yang notabene standar kesehatan lingkungan masih rendah. Apalagi pola hidup di zaman modern. Belum lagi kita tidak bisa menjaga gaya hidup sehat. Maka untuk antisipasi terpapar penyakit infeksi, perlu dilakukan vaksinasi.
  4. Efek samping yang membahayakan bisa kita minimalisasi dengan tanggap terhadap kondisi ketika hendak imunisasi dan lebih banyak cari tahu jenis-jenis merk vaksin serta jadwal yang benar sesuai kondisi setiap orang.
  5. Jangan hanya percaya isu-isu tidak jelas dan tidak ilmiah. Contohnya vaksinasi MMR menyebabkan autis. Padahal hasil penelitian lain yang lebih tersistem dan dengan metodologi yang benar, kasus autis itu ternyata banyak penyebabnya. Penyebab autis itu multifaktor (banyak faktor yang berpengaruh) dan penyebab utamanya masih harus diteliti.
  6. Jika ini memang konspirasi atau akal-akalan negara barat, mereka pun terjadi pro-kontra juga, terutama vaksin MMR. sampai sekarang negara barat juga tetap memberlakukan vaksin sesuai dengan kondisi lingkungan dan masyarakatnya.
  7. Mengapa beberapa negara barat ada yang tidak lagi menggunakan vaksinasi tertentu atau tidak sama sekali? Karena standar kesehatan mereka sudah lebih tinggi, lingkungan bersih, epidemik (wabah) penyakit infeksi sudah diberantas, kesadaran dan pendidikan hidup sehatnya tinggi. Mereka sudah mengkonsumsi sayuran organik. Bandingkan dengan negara berkembang. Sayuran dan buah penuh dengan pestisida jika tidak bersih dicuci. Makanan dengan zat pengawet, pewarna, pemanis buatan, mie instant, dan lain-lain. Dan perlu diketahui jika kita mau masuk ke beberapa negara maju, kita wajib divaksin dengan vaksin jenis tertentu. Karena mereka juga tidak ingin mendapatkan kiriman penyakit dari negara kita.
  8. Ada beberapa fatwa halal dan bolehnya imunisasi. Ada juga sanggahan bahwa vaksin halal karena hanya sekedar katalisator dan tidak menjadi bagian vaksin. Contohnya Fatwa MUI yang menyatakan halal. Dan jika memang benar haram, maka tetap diperbolehkan karena mengingat keadaan darurat, daripada penyakit infeksi mewabah di negara kita.

Pendapat yang Kontra (Tidak Perlu Imunisasi)

  1. Vaksin haram karena menggunakan media ginjal kera, babi, aborsi bayi, darah orang yang tertular penyakit infeksi yang notabene pengguna alkohol, obat bius, dan lain-lain. Ini semua haram dipakai secara syari’at.
  2. Efek samping yang membahayakan karena mengandung mercuri, thimerosal, aluminium, benzetonium klorida, dan zat-zat berbahaya lainnya yg akan memicu autisme, cacat otak, dan lain-lain.
  3. Lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya, banyak efek sampingnya.
  4. Kekebalan tubuh sebenarnya sudah ada pada setiap orang. Sekarang tinggal bagaimana menjaganya dan bergaya hidup sehat.
  5. Konspirasi dan akal-akalan negara barat untuk memperbodoh dan meracuni negara berkembang dan negara muslim dengan menghancurkan generasi muda mereka.
  6. Bisnis besar di balik program imunisasi bagi mereka yang berkepentingan. Mengambil uang orang-orang muslim.
  7. Menyingkirkan metode pengobatan dan pencegahan dari negara-negara berkembang dan negara muslim seperti minum madu, minyak zaitun, kurma, dan habbatussauda.
  8. Adanya ilmuwan yang menentang teori imunisasi dan vaksinasi.
  9. Adanya beberapa laporan bahwa anak mereka yang tidak di-imunisasi masih tetap sehat, dan justru lebih sehat dari anak yang di-imunisasi.

Apabila Anda termasuk yang pro imunisasi, maka tetaplah berfikir positif, jadikan upaya tersebut sebagai ikhtiar terbaik untuk mendapatkan status kesehatan yang diinginkan. Namun apabila termasuk yang kontra, selalu perhatikan status gizi (bayi-balita, dan dewasa), dan hiduplah secara seimbang. Penyakit (infeksi) tidak akan menjangkiti tubuh manusia apabila tubuh tersebut memiliki daya tahan tubuh yang baik. Untuk bayi, berikan ASI eksklusif (termasuk colostrum: ASI berwarna kekuningan yang keluar pertama) selama 6 bulan penuh. Dan sempurnakanlah menyusui sampai usia 2 tahun.
Apapun pilihan kita, sebagai insan yang beriman pasti tidak akan pernah ragu akan kebenaran Al-Qur’an. Terima kasih, semoga bermanfaat.

By. Oshigita Sweet, berbagai sumber.

Note:
Bagi yang kontra terhadap imunisasi (konvensional), klik …

Selengkapnya, silahkan mengunjungi laman:

  1. http://gizanherbal.wordpress.com/2011/02/09/18/
  2. http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html
  3. http://ummushofi.wordpress.com/2010/03/14/air-susu-ibu-asi-dan-keutamaannya-dalam-al-quran-dan-as-sunnah/
  4. http://www.bamah.net/2011/08/imunisasi-skandal-sadis-konspirasi-medis/

Konsep Imunisasi Halal

Posted on Updated on

1. Memberikan asupan nutrisi atau zat gizi atau makanan tertentu yang memaksimalkan pembangunan dan pemeliharaan sistem imun atau kekebalan tubuh manusia.

2. Memberikan asupan nutrisi atau zat gizi atau makanan tertentu yang meminimalkan dan menghilangkan zat yang bersifat menurunkan kerja sistem imun atau kekebalan tubuh manusia.

3. Menjauhkan dan menghentikan asupan nutrisi yang bersifat menurunkan pembangunan dan pemeliharaan sistem imun atau kekebalan tubuh manusia.

4. Tidak memberikan vaksinasi yang mengandung Toksin/Racun bahan berbahaya yang menjadi ancaman kesehatan manusia.
a. Kimiawi Sintetis
b. Logam Berat (Heavy Metal)
c. Hasil Metaboit parsial
d. Toksin Bakteri
e. Komponen dinding sel

5. Tidak memberikan vaksinasi dan obat-obatan yang mengandung bahan yang haram secara syari’at.
a. Alkohol dan turunannya, yang bersifat seperti alkohol, yaitu yang apabila dikonsumsi secara banyak akan memabukkan.
b. Tidak mengandung Darah, daging Babi, dan hewan yang ketika disembelih tidak menyebutkan nama Allah.
c. Tidak daging yang diharamkan menurut syari’at, contoh: Binatang Buas, Bertaring, bangkai dll.
d. Tidak dikembangbiakkan di dalam darah hewan apapun, daging babi, dan di dalam makhluk hidup yang diharamkan menurut syari’at.

6. Membiasakan untuk mengkonsumsi menu makanan sehari-hari yang bersifat membangun sistem kekebalan tubuh manusia.

7. Membiasakan untuk tidak mengkonsumsi menu makanan sehari-hari yang bersifat menururnkan sistem kekebalan tubuh manusia.
Copas dari laman: http://imunisasihalal.wordpress.com/konsep-imunisasi-halal-halalan-thayyiban/

Mengatasi Keluhan Insomnia (Susah Tidur) pada Ibu Hamil

Posted on

Insomnia/sulit tidur merupakan suatu gangguan/ketidaknyamanan yang dapat dialami ibu hamil. Gangguan ini juga umumnya dapat dialami oleh perempuan yang tidak hamil. Gangguan ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu: gelisah karena kekhawatiran yang berlebihan, cemas, dan terlalu bersemangat akan peristiwa yang akan terjadi di kemudian hari (ibu hamil: menyambut kelahiran janin yang dikandung). Secara psikologis, ibu hamil mempunyai banyak alasan untuk mengalami insomnia. Hal ini, termasuk karena ketidaknyamanan oleh sebab pembesaran uterus, ketidaknyamanan lain karena kehamilan, dan pergerakan janin, khususnya untuk janin yang sangat aktif.

Ada banyak cara untuk mengatasi ketidaknyamanan ini, tetapi pada beberapa wanita mempunyai respon yang berbeda-beda. Namun setidaknya hal ini dapat membantu, yaitu: a) mandi dengan air hangat; b) meminum minuman yang hangat (susu, cokelat, teh), sebelum tidur; c) tidak melakukan aktivitas yang menstimulsi untuk janin menjadi aktif sebelum tidur (malam hari); d) tidur dalam posisi relaksasi, yaitu: posisi sims (seperti memeluk bantal) miring ke kiri; e) menggunakan teknik relaksasi yang progressive, yaitu menggunakan teknik nafas dalam yang dikombinasikan dengan teknik lain: spiritual hypnotherapy, aromatherapy, dll.

By. Gita. K.

Referensi:

  1. Fraser, Cooper (Alih bahasa: Rahayu, et.al.). 2009. Myles, Buku Ajar Bidan, edisi 14. EGC, Jakarta.
  2. Varney. 1997. Varney’s Midwifery, 3rd Edition. Jones and Bartlett Publishers, London UK.
  3. Varney, Kriebs, Gegor. 2002. Buku Ajar Asuhan Kebidanan, Edisi 4, Volume 1. EGC, Jakarta.