Ketidaknyamanan Selama Kehamilan dan Antisipasinya Sesuai Kebutuhan

Posted on Updated on

Oleh: Gita Kostania

Ketidaknyamanan-pada-ibu-hamil

Bagi seorang wanita, kehamilan merupakan suatu pengalaman yang unik. Tiap wanita mempunyai pengalaman kehamilan berbeda-beda, yang dapat dipengaruhi oleh kehamilan sebelumnya, lingkungan dan aktivitas. Sebagian wanita hamil, mempunyai pengalaman akan gangguan ketidaknyamanan selama hamil. Gangguan ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi ibu hamil dan menjadi acuan bagaimana menghadapi kehamilannya. Gangguan ketidaknyamanan selama hamil dapat dipengaruhi oleh faktor fisik terkait perubahan anatomi, dan faktor psikologis. Pada umumnya gangguan ini bersifat fisiologis, namun dapat berubah menjadi patologis apabila tidak diatasi dengan tepat. Diagnosis yang tepat terkait gangguan ketidaknyamanan kehamilan dan penyebabnya penting dilakukan untuk penatalaksanaan yang tepat. Masing-masing wanita dapat diberikan treatment yang berbeda dengan kasus yang sama, untuk itu dibutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang menyeluruh dari bidan agar dapat membantu ibu dalam mengatasi gangguan dan ketidaknyamanan selama kehamilan. Komunikasi yang efektif antara ibu hamil dan bidan merupakan kunci utama dalam penatalaksanaan gangguan ketidaknyamanan selama hamil, melalui konseling atau pemberian pendidikan kesehatan selama melakukan asuhan antenatal. Beberapa gangguan ketidaknyamanan selama hamil, dan cara mengatasinya:

  1. Mual dan Muntah
  2. Mengidam (Pica) –>  Mengidam merupakan suatu keadaan yang berkaitan dengan kondisi psikologis ibu hamil. Umumnya dialami oleh ibu hamil primi. Banyak mitos yang beredar terkait mengidam, namun hal itu tidak terbukti secara ilmiah. Untuk itu penting bagi bidan untuk memberikan pendidikan kesehatan yang tepat. Jelaskan pada ibu dan keluarga bahwa hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan selama asupan nutrisi memenuhi kebutuhannya. Jelaskan pula tentang bahaya makanan yang tidak bisa diterima, mencakup gizi yang diperlukan serta memuaskan rasa mengidam atau kesukaan menurut budayanya.
  3. Ptialism (Peningkatan Salivasi/Hipersalivasi)
  4. Heartburn (Panas Perut)
  5. Fatigue (Kelelahan/Keletihan) –>  Kelelahanyang dirasakan oleh ibu hamil dapat terjadi selama trimester pertama dengan sebab yang belum diketahui secara pasti. Namun hal ini kemungkinan dapat disebabkan oleh keadaan psikologis ibu hamil, perubahan hormonal dan proses organogenesis. Faktor tersebut menyebabkan ibu hamil merasakan kantuk yang luar biasa. Kondisi ini akan hilang pada trimester kedua dan muncul lagi pada trimester ketiga. Pada trimester ketiga, kelelahan ini dapat berkaitan dengan peningkatan berat badan yang menyebabkan kesulitan bergerak dan peningkatan kebutuhan metabolism tubuh dalam rangka persiapan persalinan dan menyusui.Mengurangi beban pekerjaan ibu hamil dapat dilakukan untuk mengurangi kelelahan, karena hal ini secara psikologis bersifat menenteramkan hati ibu, dapat dilakukan sampai ibu memasuki trimester kedua. Mengurangi beban kerja juga dapat meningkatkan frekuensi periode istirahat sepanjang hari, namun hindari istirahat yang berlebihan. Olahraga ringan dan asupan nutrisi yang adekuat juga dapat mengatasi gejala kelelahan. Bidan perlu meyakinkan pada ibu bahwa gejala kelelahan merupakan suatu hal yang normal terjadi pada awal kehamilan.
  6. Sakit Kepala (Pusing) –>  Sakit kepala (pusing) merupakan suatu keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil. Hal ini dapat disebabkan oleh perubahan hormonal, sinusitis, tegangan pada mata, keletihan, dan perubahan emosional. Apapun penyebabnya, penting bagi bidan untuk mengetahui sifat dari sakit kepala tersebut dan memberikan pendidikan kesehatan tentang cara mengatasinya. Sakit kepala pada ibu hamil juga dapat berkaitan dengan adanya anemia fisiologis selama kehamilan. Keluhan pusing/sakit kepala dapat muncul pada trimester satu, dua ataupun tiga.Untuk mengatasi keluhan ini, apabila ibu sedang beraktivitas maka ibu dapat beristirahat. Hindari berdiri terlalu lama pada lingkungan yang panas dan sesak. Apabila pusing terjadi saat berbaring, maka bangun secara perlahan dari posisi tersebut, dan hindari berbaring dalam posisi terlentang. Sebisa mungkin hindari obat-obatan kimia, kecuali atas resep dokter dan hanya obat yang dapat membantu. Imbangi juga dengan asupan gizi seimbang. Sakit kepala ini dapat terjadi kapan saja selama kehamilan, namun apabila terjadi sakit kepala akut dan terjadi pada trimester ketiga disertai dengan bengkak pada ekstrimitas dan muka, maka ibu harus segera periksa ke petugas kesehatan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut (tekanan darah dan protein urune).
  7. Perubahan Payudara –>  Perubahan payudara seringkali menjadi salah satu perubahan pertama yang disadari oleh ibu hamil berkaitan dengan kehamilannya. Seringkali payudara menjadi lebih lunak dan terasa penuh akibat perubahan hormonal. Terjadi peningkatan hormone estrogen yang berguna sebagai persiapan laktasi dengan peningkatan deposit lemak pada jaringan payudara. Terjadi pula peningkatan sirkulasi vaskuler, putting susu membesar dan terjadi hiperpigmentasi areola dan putting. Perubahan tersebut dapat menjadi suatu ketidaknyamanan pada sebagian ibu hamil, ibu akan merasakan payudaranya tegang.Perubahan payudara yang signifikan terjadi pada saat hamil, bukan setelah melahirkan. Untuk itu, perawatan yang tepat pada payudara saat hamil, akan menentukan bentuk payudara ibu setelah berakhirnya proses menyusui. Gunakan bra yang menopang payudara dari bawah (bukan menekan payudara dari depan) dengan tali bra yang tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar, dan gunakan bra yang berasal dari bahan katun, serta hindari membersihkan payudara pada area putting dan areola menggunakan sabun. Membersihkan putting dapat mengunakan baby oil, ataupun minyak zaytun.
  8. Striae Gravidarum
  9. Keringat Berlebih –>  Meningkatnya keringat pada ibu hamil dapat terjadi mulai trimester pertama kehamilan dan akan terus meningkat secara perlahan sampai akhir kehamilan. Hal ini dapat disebabkan oleh perubahan sistem integument akibat kehamilan, dan meningkatnya metabolisme. Bidan perlu menjelaskan pada ibu hamil bahwa ini merupakan suatu hal yang normal. Untuk itu, jelaskan pada ibi hamil untuk mengenakan pakaian yang mudah menyerap keringat, tidak terlalu tebal dan longgar. Tingkatkan kebersihan badan dengan mandi menggunakan air mengalir minimal dua kali sehari (frekuensi mandi bisa ditambah). Untuk menghindari dehidrasi, tingkatkan rehidrasi/asupan cairan. Keluhan sering BAK yang mungkin timbul, hendaknya tidak menjadi alasan bagi ibu hamil untuk membatasi cairan.
  10. Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil/BAK (Nocturia) –> Peningkatan frekuensi BAK merupakan suatu gangguan/ketidaknyamanan yang fisiologis, umumnya terjadi pada ibu hamil trimester satu dan kembali terjadi pada trimester ketiga. Pada trimester satu terjadi pembesaran uterus dan penambahan berat uterus pada bagian fundus uteri, dan isthmus uteri menjadi lunak (tanda Hegar), menyebabkan uterus menjadi semakin antefleksi sehingga mendesak vesika urinaria. Sedangkan pada trimester ketiga peningkatan frekuensi BAK terjadi karena bagian terendah janin yang mulai memasuki Pintu Atas Panggul (PAP) mendesak vesika urinaria (umumnya pada primigravida), hal tersebut mengurangi kapasitas vesika urinaria sehingga urine yang tertampung di vesika urinaria terdesak keluar (ibu sering merasa ingin BAK).

    Untuk mengantisipasi ketidaknyamanan tersebut, bidan dapat menjelaskan tentang sebab terjadinya ganguan sering BAK; berikan penjelasan untuk mengosongkan vesika urinaria saat ada dorongan untuk BAK; perbanyak minum pada siang hari; jangan kurangi minum untuk mencegah ingin BAK (nokturia), kecuali jika nokturia sangat mengganggu tidur di malam hari; batasi minum kopi, teh, dan soda; dan jelaskan pula tentang bahaya infeksi saluran kemih dengan menjaga posisi tidur, yaitu dengan berbaring miring ke kiri dan kaki ditinggikan untuk mencegah diuresis.

  11. Konstipasi 
  12. Flatulence –>  Flatulence yaitu keluhan sering buang angin/kentut, dapat juga diasosiasikan dengan perut kembung, dapat terjadi pada trimester dua ataupun tiga kehamilan. Peningkatan frekuensi flatus dapat diakibatkan oleh penurunan motalitas gastrointestinal. Hal ini juga dimungkinkan hasil/efek dari peningkatan progesterone yang mengakibatkan relaksasi saluran pencernaan dan penekanan saluran pencernaan oleh karena pembesaran uterus, sehingga menyebabkan makanan yang dikonsumsi bergerak melalui sistem pencernaan lebih lambat, akibatnya menyebabkan ibu hamil sering buang angina.Upaya untuk mengatasi keluhan ini adalah: a) pola makan yang teratur, dan hindari makanan yang: mengandung gas (kol, sawi, bunga kol, durian, nangka), berkadar lemak tinggi (steak, ayam goring tepung dengan kulit, martabak daging), minuman bersoda, permen karet), b) meengunyah makanan secara sempurna, c) pertahankan BAB secara teratur, d) melakukan senam secara teratur, e) posisi knee-chest dapat membantu ketidaknyamanan untuk mengeluarkan gas dari dalam perut.
  13. Hemorrhoid –> Hemoroid disebut juga wasir, merupakan suatu keluhan yang disebabkan oleh konstipasi. Oleh sebab itu, konstipasi memegang peranan penting pada perkembangan hemoroid. Progesterone juga menyebabkan relaksasi pembuluh darah vena dan usus besar. Pembesaran uterus dapat menekan pembuluh darah vena khususnya vena hemorroidal, sehingga penekanan ini akan menghambat sirkulasi pada pembuluh darah vena dan menyebabkan kemacetan pada vena di pelvis.

    Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengatasi keluhan ini, yaitu: a) hindari terjadinya konstipasi, pencegahan merupakan tindakan yang paling efektif, b) hindari mengejan terlalu kuat saat defekasi / BAB, c) mandi menggunakan air dingin dan air hangat, tidak hanya meningkatkan kenyamanan pada ibu hamil tetapi juga dapat meningkatkan sirkulasi pembuluh darah vena, d) untuk mengurangi dapat dikompres di hemoroid tersebut menggunakan air es atau air hangat, e) reinsersi hemoroid ke dalam rectum (menggunakan lubrikan) bersamaan dengan latihan Kegel setiap selesai BAB, f) bedrest dengan posisi tungkai bawah ditinggikan, g) berikan obat analgetik topical, h) makan makanan yang berserat dan banyak minum.

  14. Leukorrhea (Keputihan)
  15. Dyspareunia –> Dyspareunia yaitu nyeri saat berhubungan seksual/coitus. Dyspareunia selama hamil dapat disebabkan oleh perubahan fisiologis, yaitu kongesti/kemacetan pada pembuluh darah pelvis/vagina karena terhalang oleh pembesaran uterus. Masalah ini merupakan efek dari pembesran uterus karena penekanannya pada organ pelvis. Faktor psikologis dapat juga berpengaruh pada keluhan ini karena terjadi miskonsepsi dan ketakutan bahwa coitus dapat menyakiti janin.

    Penatalaksanaan disesuaikan dengan penyebabnya, diantaranya: a) perubahan posisi selama coitus dapat meringankan masalah ini karena pembesaran abdomen dan sakit karena penetrasi yang dalam, b) penggunaan es mungkin dapat meringankan keluhan ini, namun dapat mengakibatkan ketidaknyamanan selama coitus, c) diskusi tentang miskonsepsi dan ketakutan akan bahaya coitus selama hamil dengan menyajikan fakta-fakta dapat meyakinkan wanita hamil, d) suami-isteri saling terbuka akan informasi mengenai alternative pemecahan masalah tentang kebutuhan seksual dan kepuasan seksual selama hamil.

  16. Insomnia
  17. Hiperventilasi (Sesak Nafas)
  18. Nyeri Punggung Atas –>  Nyeri punggung (terutama bagian atas) dapat terjadi mulai trimester pertama, yang terjadi karena peningkatan ukuran dan perubahan payudara yang menjadi lunak dan padat, yang merupakan salah satu tanda presumtif kehamilan. Untuk mengatasi hal ini, ibu hamil dapat menggunakan bra yang menopang payudara dengan tali bra yang dapat menarik punggung ke atas/menjadi tegak. Dengan mengurangi mobilitas payudara yaitu bra dengan cup yang sesuai dan nyaman, juga dapat mengurangi ketidaknyamanan ini. Cara lain adalah dengan menggunakan postur tubuh yang baik, ibu hamil juga dapat menggunakan kasur yang tidak terlalu empuk, serta menggunakan bantal tambahan ketika tidur untuk meluruskan punggung.
  19. Nyeri Punggung Bawah (Pinggang)
  20. Kram Kaki –> Kram kaki dapat muncul setelah usia kehamilan 24 minggu. Penyebab terjadinya kram belum dapat dipastikan, namun selama beberapa tahun kram kaki diperkirakan disebabkan oleh kekurangan asupan kalsium atau ketidakseimbangan antara rasio kalsium-fosfor di dalam tubuh. Kemungkinan lain diasumsikan berhubungan dengan terhambatnya aliran darah ke pembuluh darah perifer akibat penekanan pembuluh darah di sekitar pelvis oleh pembesaran uterus pada vena yang membawa darah ke bagian ekstrimitas bawah, dan atau penekanan pada syaraf di sekitar foramen obturator yang menuju ke ekstrimitas bawah.Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah: a) latihan dorsofleksi pada kaki dan meregangkan otot yang kram, b) lakukan olah raga ringan secara teratur dan lakukan body mekanik yang baik untuk meningkatkan sirkulasi, c) lakukan elevasi pada kaki (mengangkat kaki) secara periodic sepanjang hari, d) konsumsi susu dengan kandungan kalsium dan fosfor secara seimbang, e) gunakan penghangat untuk otot.
  21. Varises Vena pada Kaki
  22. Dependen Edema –>   Edema fisiologis yang sering terjadi adalah pada tungkai bawah, merupakan akibat dari sirkulasi darah (pembuluh darah vena) yang terhambat dan peningkatan tekanan vena pada ekstrimitas bawah. Terganggunya sirkulasi ini disebabkan oleh peningkatan tekanan karena pembesaran uterus pada vena pelvia ketika ibu hamil duduk ataupun berdiri dan pada vena cava inferior ketika ibu berbaring telentang. Penggunaan baju yang terlalu ketat juga dapat menghambat sirkulasi darah pada pembuluh darah vena di ekstrimitas bawah.Edema fisiologis yang umumnya dijumpai pada bagian pergelangan kaki dan kaki ini, harus dapat dibedakan dengan edema patologis yang berhubungan dengan preeklamsi dan eklamsi. Umumnya edema fisiologis dapat berkurang dengan tindakan berikut ini: a) hindari penggunaan baju/celana ketat; b) luruskan kaki secara periodic sepanjang hari; c) posisi badan miring ketika berbaring; d) penggunaan korset yang sesuai/menopang perut ibu , mungkin dapat mengurangi tekanan pada vena pelvis.
  23. Nyeri Ligamentum Rotundum
  24. Mati Rasa pada Jari-Jari Tangan (dan atau Tremor) –> Perubahan pusat gravitasi pada kehamilan yang merupakan akibat dari pembesaran uterus dapat menyebabkan perubahan postur tubuh ibu hamil, sehingga bahu ibu hamil menjadi semakin jauh ke arah belakang badan dan mengakibatkan antefleksi bagian kepala, merupakan suatu upaya untuk menyeimbangkan semakin beratnya bagian depan badan ibu dan semakin melengkungknya bagian belakang badan ibu. Perubahan postur tubuh ini memungkinkan menyebabkan penekanan pada bagian median dan ulnar syaraf-syaraf yang terdapat di tangan, yang dapat mengakibatkan jari-jari tangan mengalami mati rasa dan atau tremor. Hiperventilasi juga dapat menyebabkan keadaan tersebut, namun sebagian besar ibu hamil tidak merasakan keluhan ini sebagai efek dari hiperventilsi.

    Upaya yang dilakukan untuk mengatasi ketidaknyamanan ini adalah dengan menjelaskan penyebab secara fisiologis, dan menganjurkan ibu hamil untuk melakukan postur tubuh yang baik, dapat juga dengan membaringkan badan.

  25. Supine Hypotensive Syndrome –>   Ketidaknyamanan ini ditandai dengan: ibu merasa pusing, sampai-sampai ibu dapat pingsan apabila pusingnya tidak segera diatasi. Supine hypotensive syndrome dapat terjadi ketika ibu berbaring dalam posisi terlentang (posisi supine), karena pembesaran uterus mendesak/menekan vena cava inverior dan pembuluh darah vena yang lain. Kembalinya darah ke jantung melalui pembuluh darah vena terhambat, sehingga mengurangi jumlah darah yang mengalir ke jantung kemudian menurunkan jumlah cardiac output. Supine hypotensive syndrome sebenarnya juga merupakan hipotensi arterial, dimana pembesaran uterus dapat menekan pembuluh darah aorta, sehingga berakibat pada perubahan tekanan pada pembuluh darah aorta.Untuk mengatasi hal ini, maka saat berbaring berbaringlah dengan posisi miring, atau dengan melakukan sit up ringan. Penjelasan yang baik dengan upaya meyakinkan ibu tentang keadaan ini merupakan suatu hal yang sangat penting saat ibu merasa ketakutan ataupun sangat cemas.
  26. Perubahan Emosional –>  Selama terjadinya kehamilan, ketidakstabilan emosional pada beberapa wanita hamil sangat terasa perubahannya. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor. Tidak hanya diakibatkan oleh perubahan hormonal yang mempengaruhi ibu dalam merasakan dan bereaksi terhadap situasi tertentu, tetapi dapat juga karena ketidaknyamanan fisik yang dirasakan akibat berbagai gangguan kehamilan yang terjadi.Peran bidan adalah memberikan dukungan pada ibu dan keluarga dengan meyakinkan mereka bahwa kondisi tersebut merupakan suatu hal yang yang umum terjadi pada ibu hamil (normal). Namun demikian, bidan juga perlu memperhatikan dan mewaspadai adanya penyebab/peristiwa lain selain karena kehamilan yang dapat menimbulkan kondisi tersebut, diantaranya: pindah rumah, kematian salah satu anggota keluarga, kehilangan pekerjaan, dan lain-lain. Ketidakstabilan emosional pada masa kehamilan juga dapat mempengaruhi ibu pada periode postpartum, dan dapat menyebabkan terjadinya depresi postpartum.

Referensi:

  1. Bobak, Lowdermilk, Jensen (Alih bahasa: Wijayarini, Anugerah). 2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas, edisi 4. EGC, Jakarta.
  2. Fraser, Cooper (Alih bahasa: Rahayu, et.al.). 2009. Myles, Buku Ajar Bidan, edisi 14. EGC, Jakarta.
  3. Varney. 1997. Varney’s Midwifery, 3rd Edition. Jones and Bartlett Publishers, London UK.
  4. Varney, Kriebs, Gegor. 2002. Buku Ajar Asuhan Kebidanan, Edisi 4, Volume 1. EGC, Jakarta.

Tulisan Terkait: 1. http://what-when-how.com/nursing/normal-pregnancy-maternal-and-newborn-nursing-part-4/ 2. http://intranet.tdmu.edu.ua/data/kafedra/internal/ginecology2/classes_stud/en/nurse/adn/ptn/2/Nursing%20Care%20of%20Childbearing%20Family_Practicum/01.%20Anatomy%20and%20physiology%20of%20pregnancy.htm 3. http://intranet.tdmu.edu.ua/data/kafedra/internal/ginecology2/classes_stud/en/med/lik/ptn/Obstetrics%20and%20gynecology/6%20year/02.%20Early%20gestosis.%20Hypertensive%20disorders%20during%20pregnancy..htm

7 thoughts on “Ketidaknyamanan Selama Kehamilan dan Antisipasinya Sesuai Kebutuhan

    […] dari postingan sebelumnya […]

    Suka

    […] Bagian dari postingan sebelumnya … […]

    Suka

    […] Bagian dari postingan sebelumnya … […]

    Suka

    Striae Gravidarum « Oshigita's Page said:
    6 Mei 2014 pukul 3:11 pm

    […] ini bagian dari postingan sebelumnya […]

    Suka

    […] dari postingan sebelumnya […]

    Suka

    […] Bagian dari Postingan Sebelumnya… […]

    Suka

    […] Tulisan ini bagian dari … […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s