Tipe Kepribadian (Matriks Hippocrates) VS Pola Makan

Posted on Updated on

Oleh: Gita Kostania

Pakar kuliner modern telah mengelompokkan tipe temperamental dasar dalam pola makan seseorang berdasarkan tipe kepribadian yang telah dikelompokkan dalam Matriks Hipoccrates. Pakar-pakar tersebut menyadari, bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan seseorang dengan temperamental yang mempengaruhi perilakunya.

Hipoccrates, seorang bapak kedokteran unani kuno, mengelompokkan karakter manusia menjadi empat tipe dasar yang membedakan reaksi mereka menghadapi tekanan psikologis (stress) dari masalah dalam kehidupannya sehari-hari. Ada yang mudah naik darah, sensitive, ada pula yang terlihat sabar namun sebenarnya rapuh. Hipoccrates membuat matriks dengan sumbu tegak yang membedakan antara kecenderungan seseorang melihat dunia luar, menjadi kubu terbuka (ekstrovert) dan tertutup (introvert). Sumbu yang satu lagi mendatar untuk menggambarkan kecenderungan menyesuaikan diri dengan perkembangan, menjadi kubu tetap (konservatif) dan mudah berubah (progresif). Berdasarkan hal tersebut, karakter dasar manusia dibedakan menjadi empat tipe, yaitu:

1)      Sanguin (ekstrovert-konservatif)

2)      Kholerik (ekstrovert-progresif)

3)      Melankolik (introvert-progresif)

4)      Phlegmatic (introvert-konservatif)

tempramen

 

Gambar 1: Matriks Hipoccrates

Nah, dengan pendekatan tersebut, maka pakar kuliner membedakan tipe temperamental dasar dalam pola makan seseorang menjadi empat tipe, yaitu:

1)      Si pemakan yang penuh semangat.

Tipe ini berkarakter dasar sanguine (ekstrovert-konservatif). Tipe ini biasanya ceria, gembira dan dinamis. Namun akan menjadi agresif bila tertekan (stress).

Karena sifat dasar Anda yang penuh semangat, membuat Anda tidak bisa duduk diam dalam situasi apapun. Mungkin Anda bisa lupa makan sampai Anda benar-benar merasa kelaparan. Lalu sebagai kompensasinya, Anda makan sangat lahap dan cepat. Sering juga makanan yang dikonsumsi adalah jenis makanan yang tidak sehat, tinggi kalori dan lemak.

Solusi: sediakan semilan sehat di tempat kerja Anda maupun di rumah, seperti: kacang-kacangan, buah-buahan, protein bar (sejenis makanan kecil berupa cokelat batangan rendah gula), dan jenis yoghurt.

2)      Si pemakan yang emosional.

Tipe ini berkarakter dasar kholerik (ekstrovert-progresif). Umumnya temperamental, sangat cepat bereaksi, dan langsung memuncak bila tertekan.

Saat merasa tegang, misalnya saat marah, jengkel atau bosan, Anda langsung menuju ke coolcase. Anda menggunakan makanan untuk mengobati perasaan, dan Anda mungkin tidak menangkap adanya sinyal-sinyal bahwa Anda telah kenyang.

Solusi: untuk mengakhiri siklus ini, buatlah jurnal makanan yang terdiri atas dua kolom. Pada kolom pertama, tulis makanan yang Anda makan. Pada kolom lainnya, tulis apa yang Anda rasakan pada saat itu. Dengan cara ini, setidaknya dapat menemukan pemicu emosional Anda. Sesudah itu, cari cara lain untuk mengatasinya, misalnya dengan meditasi singkat (teknik relaksasi), jalan kaki sebentar, atau lakukan aktivitas lain yang Anda sukai.

3)      Si pemakan yang waspada.

Tipe ini berkarakter dasar melankolik (introvert-progresif). Biasanya pendiam, tenang dan bahkan mungkin tampak tidak bahagia. Dapat menjadi depresi bila tertekan.

Tipe ini umumnya hampir tidak pernah ngemil, mudah memperhatikan makanan yang Anda makan sampai dengan nilai kalori terakhir. Namun demikian, sikap Anda yang terlalu waspada dengan makanan pada akhirnya bisa membuat Anda bosan lalu makan makanan yang tidak baik untuk kesehtan Anda.

Solusi: lebih baik pikirkan dalam kerangka total mingguan daripada ‘capek’ mengawasi diri Anda tiap saat Anda makan.

4)      Si pemakan yang disiplin.

Tipe ini berkarakter dasar phlegmatic (introvert-konservatif). Umumnya terkontrol, tidak demonstrative dan mampu mengendalikan diri. Menjadi keras kepala bila tertekan.

Metabolisme yang lambat membuat Anda setia pada makanan favorit Anda, seperti: mie goring, kentang goreng, bakso, roti, nasi goring, atau apapun makanan sumber energi yang dpat embangkitkan energi dalam sekejap. Tetapi makan makanan yang sama terus menerus dapat memebuat tubuh kekurangan nutrisi yang diperlukan.

Solusi: lebih baik makan berbagai jenis makanan, terutama dalam bentuk makanan-makanan yang kaya protein dan serat yang melepaskan energi secara bertahap.

Nah, termasuk dalam tipa yang manakah Anda ?! Mempelajari pola ini, dapat berguna dalam menentukan pola diet apa yang akan Anda lakukan. Jadikan diet (mengatur pola makan) menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Salam “sehat, langsing dan awet muda”.

@g_174.

#berbagai sumber.

One thought on “Tipe Kepribadian (Matriks Hippocrates) VS Pola Makan

    […] tubuh dan kepribadian kita agar kesehatan optimal mudah diraih. Salam sehat, langsing dan awet […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s