Perilaku dan Social Budaya yang Berpengaruh pada Pelayanan Kebidanan Komunitas

Posted on

O’readers, sebagai bidan yang bertugas di komunitas, hal-hal yang berkaitan dengan sosial-budaya merupakan suatu masalah yang pasti kadang kala menjadi kendala dalam melakukan tugas sebagai bidan. Kali ini, mari kita bahas tentang hal ini.

Animation (7)

Perilaku kesehatan merupakan salah satu factor perantara pada derajat kesehatan. Perilaku yang dimaksud adalah meliputi semua perilaku seseorang atau masyarakat yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, angka kesakitan dan angka kematian. Beberapa perilaku dan aspek social budaya yang mempengaruhi pelayanan kebidanan di komunitas diantaranya :

  • Hamil, perilaku social budaya di masyarakat selama kehamilan :
  1. Upacara-upacara yang dilakukan untuk mengupayakan keselamatan bagi janin dalam prosesnya menjadi bayi hingga saat kelahirannya à mitoni, procotan, brokohan
  2. Mengidam à panas dingin
  3. Larangan masuk hutan
  4. Pantangan keluar saat maghrib
  5. Pantangan manjalin rambut karena bisa menyebabkan lilitan tali pusat
  6. Manggunakan jimat saat bepergian

Peran bidan di komunitas terhadap perilaku selama kehamilan :

  1. KIE tentang keEsaan Tuhan à segala sesuatu sudah diatur Tuhan YME
  2. KIE tentang kehamilan yang sehat à ANC teratur, mengkonsumsi makanan bergizi, membatasi aktivitas fisik
  3. Pendekatan dengan tokoh masyarakat untuk mengubah tradisi negative yang dapat berpengaruh buruk terhadap kehamilan.
  • Persalinan, perilaku social budaya di masyarakat selama persalinan :
  1. Bayi laki-laki adalah penerus keluarga, akan membawa nama baik
  2. Bayi perempuan adalah penghasil keturunan
  3. Memasukkan minyak ke dalam vagina, melepas ikatan rambut, meniup kepala/ubun-ubun saat mengedan à supaya persalinan dapat berjalan lancar
  4. Melahirkan di tempat terpencil hanya dengan dukun.

Peran bidan di komunitas terhadap perilaku selama persalinan :

  1. Bekerjasama dengan dukun setempat
  2. KIE tentang tempat persalinan, proses persalinan, perawatan selama dan pasca persalinan
  3. KIE tentang hygiene personal dan hygiene persalinan
  4. Nifas dan bayi baru lahir, perilaku social budaya di masyarakat selama nifas dan bayi baru lahir :
    • Pantang makan makanan yang amis à ikan, telur, daging
    • Pantang makan makanan yang pedas dan asin
    • Tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari setelah melahirkan
    • Minum jamu dapat melancarkan produksi ASI
    • Menaruh ramuan pada tali pusat
    • Upacara adat : brokohan, sepasaran, selapanan.

Peran bidan di komunitas terhadap perilaku masa nifas dan bayi baru lahir :

  1. KIE tentang perilaku positif dan negative
  2. KIE tentang masa nifas
  3. KIE tentang perawatan bayi baru lahir.

Nah, kira-kira ini yang bisa admin tulis. Tiap daerah pastinya berbeda-beda masalah dan kendalanya. Bisa share di sini. Kamsan hamnida…

One thought on “Perilaku dan Social Budaya yang Berpengaruh pada Pelayanan Kebidanan Komunitas

    […] PERILAKU SOSIAL-BUDAYA […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s